Jl. Sarimanis No.1, Sarijadi, Kota Bandung (022) 2011975 [email protected]
Artikel

SMAN 15 Bandung Kembangkan Program ICCB…

Untuk menangani kenakalan anak-anak remaja, seperti tawuran, bullying, kekerasan, SMAN 15 Bandung kembangkan program ICBB.

Program ini diaadaftasi dari program ICU (Intensive Care Student), diaadaftasi menjadi Intensive Care of Character Building (ICCB). Diadaftasi oleh Indah Lestari, S.Pd, staf wakasek kesiswaan.

Program ini dilakukan untuk memetakan dan mengendalikan anak-anak yang cenderung berprilaku menyimpang di sekolah. Dengan program ini penanganannya menjadi mudah.

Anak-anak yang sering berprilaku menyimpang, mereka punya kelebihan yaitu keberanian mengambil risiko. Hanya keberanian mereka yang perlu disalurkan pada hal-hal yang baik.

Melalui program ICCB, anak-anak yang mempunyai keberanian mengambil risiko akan dibimbing diarahkan agar mereka berani mengambil risiko dalam hal-hal positif.

Misalnya, melalui pemahaman tentang tujuan hidup di masa mendatang, mereka ditantang untuk melaksanakan shalat secara disiplin, bagi umat Islam. Ditambah disiplin dhuha tiap hari 12 rakaat.

Tantangan-tantangan berat ini dilakun untuk memicu adrenalin mereka yang berencana, dan visinya diarahkan untuk kehidupan mereka yang lebih baik di masa mendatang.

Tantangan berikutnya adalah mereka ditantang untuk membuat proyek-proyek sosial dalam rangka membantu orang. Program dikemas dalam sebuah proyek sosial.

Mereka diajak untuk memahami masalah kehidupan, misalnya masalah sampah. Mereka bisa diajak untuk mengolah atau membuat teknologi pemusnah sampah.

Selain itu, mereka juga bisa diajari untuk belajar nabung di pasar modal untuk mempersiapkan kehidupan mereka di masa mendatang.

Anak-anak yang punya keberanian mengambil risiko tetapi di hal-hal yang buruk, biasanya mereka sangat membutuhkan perhatian dan pengharagaan. Dengan melibatkan mereka pada sebuah proyek, kepercayaan diri mereka yang positif akan tumbuh.

Program ini dilakukan dalam kegiatan ektrakurikuler, dibawah bimbingan staf kesiswaan dan berkoordinasi dengan wakasek kesiswaan dan kepala sekolah.

Dr. Toto Suharya, S,Pd., M.Pd, Kepala SMAN 15 Bandung mengatakan program ini bisa membantu para pengelola satuan pendidikan untuk mengendalikan penyimpangan yang terjadi di sekolah.***