Jl. Sarimanis No.1, Sarijadi, Kota Bandung (022) 2011975 [email protected]
Kegiatan Sekolah

SMAN 15 Bandung Lakukan LDKS berbasis Kepramukaan…

Siswa SMAN 15 Kota Bandung mendapat latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) berbasis kepramukaan. Kerjasana dengan komite, kegiatan diselenggaran tanggal 10 – 11 September 2023.

Latihan Dasar Kepemimpinan Siwa (LDKS) dilakukan karena ada fenomena siswa-siswa masih terpengaruh oleh suasana covid-19 selama dua tahun.

Suasana Covid-19 yang terkesan kurang bimbingan, pembelajaran kurang efektif karena online, pasca covid-19 dampaknya terasa dari segi kedisiplinan siswa mengalami penurunan.

Menurut Hana Juhana, S.Pd. Wakasek Kurikulum dan Didi Nuradi, S.Pd, Wakasek Humas SMAN 15 Bandung, kondisi siswa kurang disiplin dibuktikan dengan seringnya siswa terlambat masuk sekolah.

Fenomena ini terjadi terus menerus dan untuk mengembalikannya perlu waktu panjang. Di sisi lain sekolah ramah anak yang menuntut tidak ada kekerasa di sekolah sangat butuh kesabaran.

Selain terlambat masuk sekolah, prilaku membuang sampah pada tempatnya dan dipilih, perlu digarap serius mengingat, hingga saat ini sampah menjadi isu global, nasional, dan lolal.

Usaha-usaha menciptakan lingkungan sekolah sehat, harus dimulai dari sosialisasi pembentukkan prilaku cinta lingkungan melalui gerakan pungut dan buang sampah dipilah pada tempatnya.

Kegiatan LDKS yang dilakukan selama dua hari isinya adalah membudayakan siswa bagaimana tertib mengikuti segala peraturan di sekolah dengan penuh kesadaran.

Selama dua hari siswa-siswa diajak untuk melaksanakan program-program pendidikan karakter melalui praktek langsung, melaksanakan disiplin ibadah sesuai keyakinan dan kelola sampah.

Selanjutnya, siswa-siswa diajak menyelesaikan masalah yang ada di lingkungannya. Mereka diajak idetnfikasi masalah, memahami sebab permasalahan, menemukan solusi, dan mewujudkannya.

Kegiatan LDKS tidak dilakukan monoton dalam acara monolog dari narasumber, tetapi setiap kegiatan selalu menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan.

Pada akhirnya siswa diajak untuk literate menggunakan informasi. Siswa diajak berpikir kritis untuk menyikapi sebuah berita, dan belajar membuat berita positif inspiratif untuk di publish di media informasi. ***